Menjadi tua adalah sebuah
niscaya. Tidak ada satu pun manusia yang akan tetap muda selamanya. Namun menjadi
manusia yang taqwa tidak semua orang bisa. Karena taqwa tidak memandang usia. Tidak
pula melihat tua atau pun muda. Taqwa hanya akan ada kepada mereka yang
sungguh-sungguh mendamba surga.
Ilastrasi : Berdoa Usia Tua | |
Dalam perjalan hidup manusia akan
dihadapakan dengan
ujian yang berupa-rupa. Terutama saat kita masih begitu muda. Ketika jiwa dan raga masih begitu
maksimal menghasilkan karya. Ketika tenaga masih ada. Ketika akal dan pikiran
masih rasional dengan realita. Saat inilah dihadapakan dengan godaan untuk
meniktmati dunia yang fana. Namun banyak diantara kita yang mampu melewatinya. Namun
tidak sedikit pula yang terperangkap di dalamnya.
Hingga begitu menikmatinya kita
hidup di dunia. Tanpa terasa ternyata usia kita sudah menjadi begitu tua. Maka saat
tua itulah keimanan dalam hati sudah mudah tergoda. Dengan mudah pula akan tertipu
dan terpedaya. Maka tak ada lagi benteng yang paling baik, selain dari do’a. Memohon
kepada Alloh agar kita senantiasa mampu terjaga.
Dan terjaga dalam ketaatan ketika
kita sudah menjadi tua adalah hal yang begitu istimewa. Saat waktu kita tak
lagi banyak yang tersisa. Dan kita mampu mempergunakannya untuk beribadah
kepada-Nya. Dan beginilah do’a yang diajarkan Nabi Muhammad Saw, agar hidup
kita senantiasa dalam ketaatan yang sempurna :
عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ يَا
مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ.
Dari Anas Dia berkata, Keadaan Rasululloh Saw memperbanyak untuk membaca (YAA MUQOLIBAL QULUUBI TSABIT QOLBIIY ‘AALAA DIINIKA) Wahai Engkau yang mampu membulak balikan hati, Tetapkanlah hatiku dalam dienMu (Ketaatan kepada aturan Islam).
Ketika itu Ummu Salamah istri Rasululloh Saw bertanya
kepadanya. Wahai Rasul Alloh mengapa Engkau banyak sekali (sering) membaca doa
ini? Rasululloh pun menjawab :
يا أُمَّ سَلَمَةَ، إِنَّهُ
لَيْسَ آدَمِيٌّ إِلَّا وَقَلْبُهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ
فَمَنْ شَاءَ أَقَامَ، وَمَنْ شَاءَ أَزَاغَ
Wahai Ummu Salamah, Sesungguhnya bukanlah (disebut) anak adam kecuali hatinya berada diantara dua jari dari jari Alloh. Maka siapa saja yang dibiarkan tetap berdiri (maka ia akan tetap), dan siapa saja yang dibiarkan berpaling (maka ia akan berbalik).
Setelah mendengar ucapan Nabi Muhammad tersebut
Ummu Salamah kemudian membaca :
رَبَّنَا لَا تُزِغْ
قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا
Yaa Rabbku Janganlah Engkau palingkan hati-hati Kami setalah Engkau berikan hidayah kepada kami. (QS Ali Imran : 8 )
Doa yang diajarkan Rasululloh Saw ini merupakan satu jaminan, agar kita semua selalu berada dalam ketetapan hidayahNya.
Agar hati kita senantiasa tunduk dan selalu taat serta menjauhi segala bentuk maksiat yang durja. Jika
hati dan jiwa kita sudah dalam penjagaan Alloh Swt, maka tak akan ada seorang
pun yang bisa membuat kita celaka. Begitu pula saat Alloh tetapkan kita dalam
kesesatan, maka tak ada seorang pun yang mampu member jalan keselamatan sampai
di surga. Maka marilah kita semua untuk tidak pernah merasa bosa untuk selalu
melantunkan do’a-do’a.
Ada
pun doa’ secara khusus ketika kita sampai empat puluh tahun usia kita. Alloh
ajarkan langsung melau kalam yang mulia. Yaitu AlQuran pedoman dan jalan
kesalamatan manusia.
حَتّى إِذَا بَلَغَ
أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ
Sehingga apabila dia (anak itu) telah menjadi dewasa dan usianya mencapai empat puluh tahun, dia berdo’a :
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي
أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ
وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ
الْمُسْلِمِينَ
.
ROBBI AWZI’NI AN ASYKURO NI’MATAKAL LATIIY AN’AMTA ‘ALYYA, WA ‘ALAA WAALIDAYYA WA AN ‘AMALA SHOOLIHAN TARDHOHU, WA ASHLIHLIIY FIIY DZURRIYATIIY INNIIY TUBTU ILAYKA WA INNIIY MINAL MUSLIMIIN.Ya Rabbku berilah Aku petunjuk agar Aku dapat mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar Aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhoi. Dan berilah Aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh Aku bertaubat kepadaMu dan sungguh Aku termasuk dari bagian orang-orang muslim (yang berserah). (QS AlAhqoof : 15)
Doa inilah yang diajarkan oleh Alloh Swt kepada kita
semuanya. Namun banyak sekali diantara kita yang lupa dan melalaikannya. Namun
tidak ada kata terlambat untuk kembali menapaki jalan sunnahNya. Doa ini tetap
bisa diamalkan meski usia telah melewati arba’iina sanatan (Empat puluh
tahun). Doa ini pula boleh dibaca untuk yang belum cukup usianya. Namun usia
empat puluh tahun merupakan sebuah penekanan agar manusia harus semakin dekat
kepadaNya.
Semoga disisa umur kita semua, kita diberi ketetapan oleh
Alloh dengan ketetapan yang mulia. Ketetapan yang semua orang mendambanya. Ketetapan
jiwa dan raga senantiasa dalam iman dan taqwa. Hingga ketika kematian tiba,
kita berangkat dengan tersenyum menuju surga.
No comments:
Post a Comment
Hikmah dalam kata akan terkenang sepanjang massa. Sertakan Komentar Anda. (Perkataan yang Tidak Sopan Tidak Akan Ditampilkan)