Breaking

MASIH SUDIKAH DI TINDAS KAUM KAFIR



Islam sesungguhnya mempunyai kekuatan yang sangat besar, namun mengapa sering kita lihat kejadain umat muslim di bantai, nabinya di lecehkan, hak-haknya di rampas dan itu semua dilakukan dengan terbuka oleh orang-orang kafir laknattolloh. Kita nampaknya tidak perlu bertanya, mrngapa orang kafir sekejam itu? sebab Alloh telah jelaskan dalam surat Al-Baqoroh ayat 120 :
"Dan sungguh tidak akan rhidho kepada kamu orang-orang Yahudi dan Nasrani, sampai kamu mengikuti millah mereka..."
Atau di ayat lain juga sangat jelas Alloh terangkan tidak akan usai permusuhan mereka kepada umat islam, mereka akan menghalalkan berbagai, termasuk cara yang keji.
lalu bagai mana solUsinya? tiada kata lain kita wajib melawan, karena memang itu yang Alloh perintahkan :

"Hai orang-orang yang beriman apabila kamu bertemu orang-orang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mudur).(AL-ANFAL : 15).
Perlawan memang ada dari sebagian muslim yang istiqomah melakukannya, Al-Qaidah, Thaliban, MLF, HAMAS, atau kelompok perlawanan yang tidak saya sebutkan( semoga Alloh merahmati mereka dan memberi mereka kekuatan), namun nampaknya itu belum cukup membendung kebiadaban kaum kafir laknatulloh. Demi Alloh kita semua muslim harus bersatu mengadakan perlawanan, jangan tubduk pada peraturan orang kafir.
"Dan berpegang teguhlah kalian kepada tali Alloh dan jangnalah kalian bercerai berai....(ALI-IMRON : 103).
Dengan begitu tak ada kekuatan lagi bagi kaum kafir untuk meninndas saudara-saudara kita.
Inalah beberapa langkah kongkrit yang harus kita ambil dalam menyikapi kebiadaban kaum kafir :
Menilai kebenaran dengan standar Al Qur`an dan As Sunnah
Rasulullah bersabda (artinya) "Telah aku tinggalkan kepadamu dua perkara yang kamu tidak akan tersesat, selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnahku". (H.R Malik) Apabila suatu saat terjadi perselisihan maka tidak ada penyelesaian yang adil kecuali merujuk pada keduanya. Firman-Nya (artinya) "Hai orang-orang yang beriman ,ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul-Nya, dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur`an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."(QS.4:59)

Memberi loyalitas sesuai dengan komitmen keislamannya
Dalam Islam, tidak ada batasan memberi cinta dan kebencian kepada seseorang ataupun sekelompok orang kecuali karena keimanannya.Rasulullah bersabda (artinya) " Ikatan iman yang terkuat ialah memberi perwalian karena Allah dan memberi permusuhan karena Allah, dan cinta karena Allah dan benci karena Allah." (Al Jami` As Shaghir Li Suyuti dihasankan oleh Albani)

Mentolerir ikhtilaf dalam batas-batas furu`iyyah
Tidak disangkal lagi bahwa persatuan ummat adalah perintah dan perpecahan adalah larangan. Firman-Nya (artinya) " Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai…" (Q.S.3:103)

Silaturrahmi antar pemimpin shaf da`wah dan organisasi Islam serta menjalin kerja sama.
Salah satu pemicu perpecahan antar kelompok Islam adalah adanya kesalahpahaman, saling curiga dan kurang tabayyun diantara mereka. Maka solusinya adalah mengadakan pertemuan dan bermusyawarah terhadap hal-hal yang menjadi pertentangan diantara mereka untuk mencari titik temu.Firman-Nya (artinya) "Dan tolong menolonglah kamu dalam kebajikan dan taqwa, dan janganlah kamu tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya."(QS. 5:2)

Khotimah
Dalam hal ini masing-masing kelompok dituntut untuk selalu mengadakan tazkiyatunnafs (penyucian diri) agar tetap bisa memurnikan keikhlasan hatinya dalam berjuang mengembalikan izzul Islam wal muslimin. Bukan berjuang karena ingin menonjolkan diri dan kelompoknya saja. Bila ummat telah menyatu dan bahu membahu menghadapi monster kekufuran, tidak mustahil Din Allah akan kembali tegak dimuka bumi ini, sebagaimana pernah ditegakkan Rasulullah 14 abad yang lalu. Wallahu a`lam.

No comments:

Post a Comment

Hikmah dalam kata akan terkenang sepanjang massa. Sertakan Komentar Anda. (Perkataan yang Tidak Sopan Tidak Akan Ditampilkan)